Kusuma Academy

Ahmad Labib Dorong Entrepreneur Lamongan Tangkap Peluang dari Perubahan Teknologi Global

Ahmad Labib mendorong entrepreneur muda Lamongan menangkap peluang dari perubahan teknologi global, bonus demografi, dan inovasi produk melalui MegPreneur 2026.

September 01, 2026 · 4 min read
Ahmad Labib Dorong Entrepreneur Lamongan Tangkap Peluang dari Perubahan Teknologi Global

Lamongan, 28 Agustus 2026 — Rangkaian Closing Ceremony MegPreneur Lamongan 2026 turut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib. Dalam sambutannya, Ahmad Labib mengajak para peserta dan pelaku usaha muda Lamongan untuk melihat perubahan lanskap teknologi global sebagai peluang baru yang perlu ditangkap dengan kesiapan dan inovasi.

Menurut Ahmad Labib, perkembangan industri teknologi di negara-negara maju menunjukkan bahwa setiap fase pertumbuhan industri pada akhirnya akan menghadirkan perubahan. Kondisi tersebut perlu dibaca bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai ruang bagi Indonesia, termasuk Kabupaten Lamongan, untuk mengambil posisi dan menciptakan peluang baru.

Ia mencontohkan perkembangan industri teknologi di negara maju seperti China yang mulai memasuki fase sunset pada sejumlah lini bisnis teknologi. Perubahan tersebut, menurutnya, dapat membuka ruang bagi pelaku usaha di Indonesia untuk melihat kebutuhan baru dan mengembangkan produk yang relevan.

“Bisnis teknologi di negara maju seperti China sudah mulai memasuki fase sunset pada beberapa sektornya. Ini harus kita lihat sebagai celah dan peluang. Indonesia, termasuk Lamongan, harus mampu menangkap perubahan tersebut dengan menciptakan produk yang inovatif dan menjawab kebutuhan pasar.”
— Ahmad Labib, Anggota Komisi VI DPR RI

Bonus Demografi dan Masa Depan Teknologi

Ahmad Labib juga mengingatkan peserta mengenai momentum demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030 dan setelahnya. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.

Menurutnya, perkembangan teknologi masih memiliki perjalanan yang panjang. Karena itu, generasi muda perlu membangun kemampuan untuk membaca perubahan, mengembangkan produk inovatif, dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai instrumen untuk memperluas pasar.

“Masa depan teknologi masih panjang, ini peluang kita. 2030 ke atas merupakan puncak demografi, harus kita tangkap. Produk apa saja bisa kita pasarkan. Semangat untuk peserta MegPreneur, masa depan masih panjang, peluang bisnis masih banyak, yang perlu diperbuat adalah produk inovatif.”

Pesan tersebut menjadi relevan dengan semangat MegPreneur Lamongan 2026 yang mempertemukan pelaku usaha muda dengan berbagai perspektif mengenai teknologi, pemasaran, agribisnis, ekonomi kreatif, hingga pengembangan pasar.

MegPreneur Menjadi Sinyal Positif bagi Ekosistem Wirausaha Lamongan

Hadirnya MegPreneur Lamongan 2026 dinilai menjadi sinyal positif dalam membangun ekosistem kewirausahaan di daerah. Program ini tidak hanya mempertemukan peserta dengan materi dan narasumber, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk membangun jejaring, mendapatkan perspektif baru, serta menguji gagasan bisnis melalui proses pitching.

Sebanyak 200 peserta yang tergabung dalam 109 bisnis telah mengikuti rangkaian Offline Session selama tiga hari. Dalam proses tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran dan kesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya secara langsung melalui Pitching Booth dan penjurian.

Menurut Ahmad Labib, ruang seperti MegPreneur penting untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan ekonomi dan teknologi, tetapi turut mengambil peran sebagai pelaku dan pencipta peluang.

“MegPreneur ini menjadi sinyal positif karena memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk belajar, bertemu, dan melihat peluang. Harapannya, dari sini semakin banyak lahir entrepreneur yang mampu menangkap perubahan dan mengubahnya menjadi peluang bisnis baru.”
— Ahmad Labib, Anggota Komisi VI DPR RI

Ia juga mendorong peserta untuk tidak berhenti setelah program berakhir. Pengetahuan dan jejaring yang diperoleh selama MegPreneur diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam mengembangkan bisnis.

Peluang Besar Membutuhkan Produk yang Inovatif

Perubahan teknologi, bonus demografi, serta perkembangan pasar digital menciptakan ruang yang semakin luas bagi pelaku usaha. Namun, peluang tersebut membutuhkan kemampuan untuk menghasilkan produk dan layanan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, inovasi menjadi salah satu kunci yang perlu terus dikembangkan oleh entrepreneur muda. Inovasi tidak harus selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi dapat dilakukan dengan memperbaiki produk, proses, model bisnis, maupun cara menjangkau pelanggan.

Bagi Lamongan, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan menghubungkan kekuatan lokal—termasuk agribisnis, ekonomi kreatif, perdagangan, dan berbagai sektor usaha lainnya—dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.

MegPreneur Lamongan 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem tersebut: mendorong generasi muda untuk berani melihat peluang, mengembangkan produk inovatif, membangun bisnis, dan pada akhirnya menciptakan nilai ekonomi bagi daerah.

Rangkaian Closing Ceremony kemudian menjadi penanda berakhirnya Offline Session MegPreneur Lamongan 2026. Namun, berakhirnya rangkaian kegiatan bukan berarti berakhirnya proses pengembangan bisnis. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para peserta membawa pembelajaran, jejaring, dan pengalaman yang diperoleh ke dalam praktik nyata dan pertumbuhan usaha masing-masing. (htw)

Continue the conversation

How could this insight support your organization?

Talk to our team →