Kusuma Academy

Hari Pertama Offline Session MegPreneur Lamongan 2026 Bekali Peserta dengan AI, Strategi Marketing, dan Peluang Ekspor

Hari pertama Offline Session MegPreneur Lamongan 2026 membekali 200 peserta dengan pemanfaatan AI, strategi marketing berorientasi customer, dan peluang ekspor.

August 31, 2026 · 6 min read
Hari Pertama Offline Session MegPreneur Lamongan 2026 Bekali Peserta dengan AI, Strategi Marketing, dan Peluang Ekspor

Lamongan, 26 Agustus 2026 — Program Inkubasi Bisnis Megilan Entrepreneur (MegPreneur) Lamongan 2026 resmi memasuki rangkaian Offline Session. Hari pertama pelaksanaan berlangsung pada Rabu (26/8/2026) di Gedung Lantai 7 Pemerintah Kabupaten Lamongan dan diikuti oleh peserta yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi program.

Pada hari pertama Offline Session, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk marketing, strategi pemasaran yang berorientasi pada pelanggan, hingga kesiapan bisnis untuk memperluas pasar melalui ekspor.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, pemutaran bumper video MegPreneur, laporan panitia, sambutan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, video alumni, serta sambutan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, M.B.A.

Pembukaan juga ditandai dengan pemasangan logo stick, penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta oleh Bupati Lamongan, serta sesi foto bersama. Setelah rangkaian seremonial selesai, peserta memasuki sesi utama pengembangan kapasitas.

AI dan Peluang Kolaborasi Teknologi untuk Bisnis

Sesi pertama menghadirkan Endrita Agung dengan materi AI for Marketing. Peserta diajak memahami bagaimana teknologi kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas pemasaran, mulai dari ideasi, penyusunan konsep konten, copywriting, hingga pengembangan komunikasi yang sesuai dengan karakter target audiens.

Dalam sesi tersebut, AI ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas pelaku usaha. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan arahan dari pemilik bisnis agar hasil yang dihasilkan tetap sesuai dengan identitas brand, produk, serta tujuan pemasaran.

Salah satu pembahasan menarik muncul ketika Moh. Nuril dari Dewa Farm Indonesia menanyakan bagaimana ChatGPT, Gemini, dan Claude dapat dimanfaatkan secara bersamaan dalam bisnis.

Endrita menjelaskan bahwa ketiga platform tersebut dapat dikolaborasikan sesuai kebutuhan dan karakter pekerjaan. ChatGPT dapat digunakan untuk brainstorming, strategi dan pengembangan konten; Gemini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan informasi dan ekosistem Google; sementara Claude dapat membantu pengolahan dokumen, analisis, serta pekerjaan yang membutuhkan konteks panjang.

“ChatGPT, Gemini, dan Claude tidak harus dipilih salah satu. Ketiganya dapat dikolaborasikan sesuai kebutuhan bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun workflow AI yang lebih efektif untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas marketing.”
— Endrita Agung

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI bagi pelaku usaha bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi bagaimana memilih dan mengintegrasikan teknologi sesuai kebutuhan bisnis.

Marketing Dimulai dari Memahami Customer

Pembelajaran berikutnya dilanjutkan melalui materi Simple Marketing yang disampaikan oleh Kurniawan Muhammad, Founder Kusuma Academy sekaligus Direktur Jawa Pos Radar Kediri.

Kurniawan mengajak peserta memahami bahwa strategi marketing yang efektif tidak selalu harus kompleks. Fondasinya justru terletak pada kemampuan bisnis memahami pelanggan secara spesifik, mengenali kebutuhan mereka, serta menawarkan nilai yang relevan.

Segmentasi pasar menjadi salah satu aspek penting dalam proses tersebut. Bisnis perlu menentukan segmen berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pelanggan, kemudian membangun produk, komunikasi, serta pengalaman pelanggan secara konsisten.

Dalam sesi tanya jawab, Moh. Abdul Aziz dari SatuLa mengangkat pertanyaan mengenai bagaimana membangun segmentasi marketing agar bisnis yang menyasar segmen tertentu tetap dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kurniawan menjelaskan bahwa segmentasi bukan sekadar mempersempit pasar. Bisnis perlu menemukan segmen yang memiliki kebutuhan kuat dan willingness to pay, sekaligus memiliki ukuran atau potensi pertumbuhan yang memungkinkan bisnis berkembang.

“Bisnis harus customer oriented. Pahami siapa pelanggan kita, apa yang mereka butuhkan, dan nilai apa yang benar-benar bisa kita berikan. Ketika kita memahami customer dengan baik, strategi marketing menjadi lebih fokus dan relevan.”
— Kurniawan Muhammad, Founder Kusuma Academy & Direktur Jawa Pos Radar Kediri

Perspektif tersebut menempatkan pelanggan sebagai titik awal dalam merancang strategi pemasaran, bukan sekadar sebagai sasaran akhir dari aktivitas penjualan.

Jangan Ragu Memulai Langkah Menuju Ekspor

Sesi ketiga menghadirkan Choirul Amin dari Ekspor.id dengan materi Optimalisasi Ekspor. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai peluang memperluas pasar hingga tingkat internasional sekaligus berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki pasar ekspor.

Menurut materi yang disampaikan, ekspor tidak hanya berkaitan dengan menemukan pembeli dari luar negeri. Pelaku usaha perlu memperhatikan kesiapan produk, kapasitas produksi, legalitas, dokumen, standar kualitas, serta karakteristik pasar negara tujuan.

Dalam sesi diskusi, Robbi Juwantoro dari Ina Tassel menanyakan bagaimana bisnis kecil dapat membangun fondasi untuk mulai melakukan ekspor.

Choirul menjelaskan bahwa langkah tersebut dapat dimulai secara bertahap. Pelaku usaha dapat memastikan kesiapan produk dan kapasitas, melengkapi legalitas serta dokumen dasar, menentukan pasar tujuan, memahami regulasi, dan mencari buyer atau mitra yang kredibel.

Ekspor juga tidak harus langsung dilakukan dalam volume besar. Bisnis dapat memulainya melalui pesanan berskala kecil untuk menguji kesiapan proses sekaligus respons pasar.

“Jangan ragu untuk memulai ekspor. Tidak harus langsung dalam jumlah besar. Mulailah dari kesiapan produk dan bisnis, pahami pasar tujuan, lengkapi persyaratan, lalu lakukan secara bertahap. Dari langkah kecil itulah bisnis dapat mulai membuka pasar yang lebih luas.”
— Choirul Amin, Ekspor.id

Pesan tersebut memberikan perspektif bahwa ekspor dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis ketika pelaku usaha memiliki kesiapan dan melakukan prosesnya secara bertahap.

Materi Inkubasi Dapat Diakses Melalui Kusuma Academy

Setelah seluruh sesi materi dan diskusi selesai, CEO Kusuma Academy Muhammad Shindid Maulana menyampaikan informasi mengenai akses materi pembelajaran dan perangkat pendukung inkubasi bisnis MegPreneur Lamongan 2026 melalui website Kusuma Academy.

Akses tersebut menjadi bagian dari upaya agar peserta dapat melanjutkan pembelajaran secara lebih fleksibel dan tidak hanya bergantung pada sesi tatap muka. Peserta dapat mengakses materi serta canvas yang tersedia melalui platform Kusuma Academy.

“Materi pembelajaran MegPreneur dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui website Kusuma Academy. Peserta dapat login dan mengakses materi maupun canvas yang tersedia untuk melanjutkan proses pembelajaran dan pengembangan bisnis.”
— Muhammad Shindid Maulana, CEO Kusuma Academy

Dengan tersedianya materi secara daring, peserta memiliki ruang untuk kembali mempelajari materi dan menggunakannya sebagai referensi dalam proses pengembangan bisnis selama mengikuti rangkaian program.

Hari Pertama Offline Session Berlangsung Interaktif

Pelaksanaan hari pertama Offline Session MegPreneur Lamongan 2026 berlangsung dengan rangkaian pembelajaran dan diskusi yang interaktif. Peserta mendapatkan kesempatan untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengajukan pertanyaan berdasarkan persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnis.

Tiga materi yang diberikan pada hari pertama mempertemukan aspek teknologi, pemasaran, dan pengembangan pasar. Peserta diajak melihat bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas bisnis, bagaimana pemahaman terhadap customer menjadi dasar dalam membangun marketing, serta bagaimana bisnis dapat mempersiapkan diri untuk memperluas pasar melalui ekspor.

Rangkaian hari pertama kemudian ditutup dengan penyampaian informasi mengenai agenda berikutnya. Peserta diarahkan untuk mempersiapkan diri mengikuti Offline Session Day 2 sebagai bagian dari rangkaian pengembangan kapasitas dalam Program Inkubasi Bisnis MegPreneur Lamongan 2026. (htw)

Continue the conversation

How could this insight support your organization?

Talk to our team →