Lamongan, 13 Agustus 2026 — Online Session Program Inkubasi Bisnis Megilan Entrepreneur (MegPreneur) Kabupaten Lamongan 2026 resmi dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan hari pertama menjadi momentum awal bagi para peserta untuk mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran, pengembangan bisnis, sekaligus membangun jejaring dengan sesama pelaku usaha dan narasumber.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, S.STP., M.Si. Dalam laporannya, disampaikan bahwa Program MegPreneur Lamongan 2026 mendapatkan antusiasme yang cukup baik dengan jumlah pendaftar mencapai 319 peserta.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, MegPreneur juga menghadirkan penguatan pada sektor agribisnis melalui AgroMeg. Program ini memberikan ruang bagi petani, peternak, dan nelayan muda untuk mendapatkan pembelajaran dan pengembangan kapasitas dalam mengelola aktivitas usaha di sektor agri.
Selain itu, terdapat pengembangan tahapan program berupa Bootcamp yang akan diikuti oleh 25 peserta terpilih. Tahapan ini dirancang untuk memberikan proses pendalaman yang lebih intensif dan komprehensif bagi peserta yang terpilih dalam rangka pengembangan bisnisnya.
Dorong Wirausaha Lamongan Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
Setelah laporan kegiatan, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., yang mendampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada periode pemerintahan 2025–2030.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lamongan menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi kewirausahaan yang besar, baik pada sektor perdagangan maupun agribisnis. Menurutnya, keberadaan Program Inkubasi Bisnis MegPreneur Lamongan 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang penguatan kapasitas dan pengembangan potensi tersebut.
Pengembangan kewirausahaan, khususnya di sektor agri, diharapkan tidak hanya berhenti pada aktivitas produksi, tetapi dapat berkembang dari sektor hulu hingga hilir sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Wakil Bupati juga berharap para alumni MegPreneur nantinya dapat berperan sebagai penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan potensi lokal Kabupaten Lamongan.
“Saya harap dengan penyelenggaraan MegPreneur 2026 ini, para peserta bisa memaksimalkan kesempatan yang ada, dengan bertanya, berdiskusi, membangun networking, dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Wakil Bupati Lamongan.
Beliau juga menyampaikan bahwa dukungan permodalan yang disiapkan bagi bisnis-bisnis terbaik diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendorong bagi peserta untuk mengembangkan gagasan maupun usaha yang telah berjalan.
“Dengan total modal 120 juta rupiah untuk bisnis-bisnis terbaik, saya harap permodalan ini bisa menjadi pembakar semangat teman-teman yang bisnisnya masih berupa ide maupun bisnis yang sudah berjalan. Yang masih berupa ide, untuk bisa mulai mengimplementasikan idenya. Yang sudah berjalan untuk terus bisa mengembangkan bisnisnya,” lanjutnya.
Wakil Bupati kemudian secara resmi membuka rangkaian Online Session Program Inkubasi Bisnis Megilan Entrepreneur Kabupaten Lamongan Tahun 2026.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Online Session Program Inkubasi Bisnis Megilan Entrepreneur Kabupaten Lamongan Tahun 2026 secara resmi saya buka. Semoga program ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem wirausaha Lamongan yang kuat, inovatif, dan berdaya saing global.”
Belajar Memahami Pasar dan Membangun Bisnis
Setelah pembukaan, rangkaian pembelajaran hari pertama dilanjutkan dengan dua sesi utama.
Sesi pertama menghadirkan Kurniawan Muhammad, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, yang menyampaikan materi Simple Marketing. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya strategi pemasaran yang terarah melalui pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP).

Selain menentukan segmen dan target pasar serta membangun positioning yang tepat, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya branding sebagai bagian dari upaya membangun identitas dan keberlanjutan sebuah usaha.
Menutup sesi, Kurniawan Muhammad mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berani mengambil langkah dan aktif mencari jawaban melalui proses belajar. Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi peserta untuk memanfaatkan seluruh rangkaian MegPreneur sebagai ruang untuk berkembang.
“Jadi, sahabat-sahabat semuanya, kita tidak akan mendapatkan kalau kita tidak mengupayakan. Yang kedua, kita akan selalu berada di tempat yang sama kalau kita tidak melangkah. Dan yang ketiga, kalau jawabannya selalu ‘tidak tahu’ dan tidak mau bertanya, maka jawabannya akan selalu ‘tidak tahu’.”
Beliau kemudian menegaskan bahwa MegPreneur diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk berupaya, melangkah, dan berani bertanya agar dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman baru.
“Dengan mengikuti MegPreneur ini, Anda semua diajak untuk berupaya supaya kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dengan ikut MegPreneur ini, sahabat-sahabatku diajak untuk ikut melangkah supaya kita tidak berdiri di tempat yang lama. Dan melalui MegPreneur ini, sahabat-sahabatku dibebaskan untuk bertanya supaya jawabannya menjadi ‘tahu’ dari yang semula ‘tidak tahu’.”
Sesi kedua menghadirkan Andoni Pridatama, Founder PT Sarang Maduku, yang membagikan pengalaman dan success story dalam membangun bisnis sejak fase awal.
Melalui pengalamannya, Andoni menunjukkan bahwa proses membangun usaha membutuhkan ketekunan, kegigihan, dan kemampuan untuk terus bergerak meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan modal pada fase awal.

Beliau juga membahas pentingnya membangun channeling untuk memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan kanal digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan secara konsisten sesuai dengan karakteristik bisnis dan target pelanggan.
Menutup sesi, Andoni menyampaikan pesan mengenai keberanian mengambil risiko sebagai bagian dari perjalanan membangun bisnis. Menurutnya, proses untuk mencapai sesuatu yang lebih besar membutuhkan kesediaan untuk mempertaruhkan waktu, kenyamanan, hingga keberanian menghadapi penolakan.
“Hidup yang tidak dipertaruhkan, itu tidak akan pernah dimenangkan. Ada sesuatu yang harus kita bayar, kita pertaruhkan. Waktu, gengsi, rasa malu di depan kamera, bahkan rasa takut ditolak. Karena kalau tidak ada yang dipertaruhkan, tidak ada yang bisa dimenangkan.”
Pesan tersebut menjadi penutup yang menguatkan semangat peserta untuk tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga berani mengimplementasikan pengetahuan, mencoba hal baru, dan mengambil langkah nyata dalam perjalanan mengembangkan usaha.
Diskusi Interaktif dan Berbagi Pengalaman Bisnis
Online Session hari pertama berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber, tetapi juga berkesempatan menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan maupun mengembangkan usaha.
Beragam pertanyaan yang muncul dalam sesi diskusi menunjukkan adanya upaya peserta untuk menghubungkan materi dengan kondisi nyata bisnis masing-masing. Interaksi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan perspektif dan masukan dari narasumber maupun sesama peserta.
Pelaksanaan hari pertama menjadi bagian awal dari rangkaian Program Inkubasi Bisnis MegPreneur Lamongan 2026. Melalui tahapan pembelajaran, interaksi, dan proses pengembangan yang akan berlangsung pada tahapan berikutnya, program ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk memperkuat kapasitas usaha, mengembangkan jejaring, serta mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki.
Rangkaian Online Session MegPreneur Lamongan 2026 akan berlanjut pada hari kedua, Jumat, 14 Agustus 2026, dengan materi yang semakin memperkuat perspektif peserta dalam pengembangan bisnis, khususnya pada sektor agribisnis dan pemetaan model bisnis. (htw)