Lamongan, 28 Agustus 2026 — Rangkaian Offline Session MegPreneur Lamongan 2026 memasuki hari ketiga pada Jumat (28/8/2026). Salah satu agenda utama pada hari tersebut adalah talkshow bersama Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., yang berdialog langsung dengan para peserta MegPreneur dengan didampingi moderator Choirul Amin dari Ekspor.id.
Dalam sesi tersebut, Dirham tidak hanya berbicara mengenai kebijakan dan potensi ekonomi daerah, tetapi juga membagikan perspektif dari pengalaman dirinya sebagai seorang pebisnis. Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas bagaimana generasi muda Lamongan dapat melihat peluang, berani memulai usaha, serta mengambil peran dalam mengembangkan perekonomian daerah.
Potensi Agribisnis Lamongan dan Peluang bagi Entrepreneur Muda
Salah satu potensi yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah sektor agribisnis dan pertanian. Pada 2026, sektor agribisnis dan pertanian di Kabupaten Lamongan memiliki kontribusi sekitar 30,10%–30,18% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Sektor tersebut juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan ekonomi masyarakat, mengingat sekitar 30%–35% penduduk Lamongan menggantungkan mata pencahariannya secara langsung pada bidang agraris.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan posisi Lamongan yang mendapatkan pengakuan nasional sebagai “Top Regency in Agromaritim Food Hub”, seiring dengan upaya membangun sinergi ekosistem pertanian dan kelautan dari sektor hulu hingga hilir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor agri tidak hanya memiliki fungsi sebagai sektor produksi, tetapi juga menyimpan ruang pengembangan bisnis yang luas. Pengolahan produk, distribusi, teknologi pertanian, pemasaran, hingga penciptaan produk turunan menjadi bagian dari rantai nilai yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Dalam konteks tersebut, kehadiran AgroMeg sebagai bagian dari MegPreneur Lamongan 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan dan mengembangkan bibit-bibit entrepreneur muda di sektor agribisnis.
Melalui AgroMeg, pelaku usaha muda yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun sektor pendukungnya mendapatkan ruang untuk memperkuat perspektif bisnis dan melihat potensi sektor agri secara lebih luas.
“Potensi sektor agribisnis Lamongan sangat besar. Karena itu, AgroMeg diharapkan dapat menjadi stimulus bagi lahirnya entrepreneur-entrepreneur muda di sektor agri yang tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dari hulu sampai hilir.”
— Dirham Akbar Aksara, Wakil Bupati Lamongan
“Plan” Penting, tetapi “Do and Act” Harus Dimulai
Di hadapan peserta MegPreneur, Wakil Bupati Lamongan juga menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil tindakan dalam membangun bisnis.
Menurutnya, perencanaan tetap menjadi bagian penting dalam bisnis. Namun, pelaku usaha tidak seharusnya menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna sebelum mulai menjalankan gagasannya. Proses trial and error, evaluasi, dan perbaikan justru dapat menjadi bagian dari pembelajaran bisnis ketika seseorang mulai mengambil tindakan nyata.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang sebelumnya disampaikan dalam rangkaian MegPreneur, yakni mendorong peserta untuk berani memulai dan terus bergerak mengembangkan usaha.
“Plan itu penting, tetapi do and act harus didahulukan. Rencana boleh belum sempurna, tetapi jangan sampai karena terlalu lama merencanakan akhirnya tidak pernah mulai. Ketika kita mulai melakukan, kita akan mendapatkan pengalaman, melakukan evaluasi, kemudian memperbaikinya.”
— Dirham Akbar Aksara, Wakil Bupati Lamongan
Dorongan tersebut menjadi relevan bagi peserta MegPreneur yang memiliki latar belakang bisnis beragam, baik usaha yang telah berjalan maupun gagasan bisnis yang masih berada pada tahap awal.
Mendorong Lahirnya Entrepreneur dan Lapangan Kerja Baru
Selain mendorong keberanian memulai bisnis, Wakil Bupati Lamongan juga menaruh harapan agar pertumbuhan entrepreneur muda dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.
Berkembangnya bisnis lokal diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi pelaku usaha, tetapi juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja, membuka peluang kolaborasi, dan membangun rantai ekonomi baru di lingkungan masyarakat.

Dengan semakin banyaknya usaha yang tumbuh dan berkembang, peluang penciptaan lapangan kerja juga semakin terbuka. Karena itu, peserta MegPreneur diharapkan dapat melihat bisnis bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi individual, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap dari MegPreneur ini lahir entrepreneur-entrepreneur muda Lamongan yang mampu mengembangkan bisnisnya dan kemudian membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ketika satu bisnis tumbuh, mudah-mudahan akan muncul kebutuhan tenaga kerja, kolaborasi, dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lamongan.”
— Dirham Akbar Aksara, Wakil Bupati Lamongan
Harapan tersebut sekaligus memperkuat posisi MegPreneur sebagai salah satu ruang pengembangan kapasitas kewirausahaan bagi generasi muda Lamongan.
Dari Potensi Daerah Menjadi Kekuatan Bisnis
Talkshow bersama Wakil Bupati Lamongan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Offline Session MegPreneur Lamongan 2026. Peserta tidak hanya memperoleh perspektif mengenai potensi ekonomi daerah, tetapi juga mendapatkan dorongan untuk menghubungkan potensi tersebut dengan peluang bisnis yang dapat dikembangkan.
Sektor agribisnis menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendekatan kewirausahaan. Dengan dukungan inovasi, teknologi, kreativitas, tata kelola, serta kemampuan membaca pasar, potensi yang tersedia di daerah dapat dikembangkan menjadi produk dan layanan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, pengembangan kewirausahaan membutuhkan kombinasi antara keberanian memulai, kemampuan membaca peluang, dan konsistensi dalam mengembangkan usaha.
Talkshow tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sebelum peserta memasuki agenda Pitching Booth dan penjurian, ketika masing-masing bisnis mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan usaha, menjelaskan keunggulan, target pasar, model bisnis, serta rencana pengembangannya di hadapan juri.
Melalui MegPreneur Lamongan 2026, potensi daerah diharapkan tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi bisnis yang tumbuh, inovatif, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lamongan. (htw)